Peran sosial Pesantren

Peran sosial Pesantren
Sebagai institusi sosial, pesantren telah memainkan peranan yang penting di Indonesia dan negara-negara lainnya yang penduduknya banyak memeluk agama Islam.[rujukan?] Alumni pondok pesantren umumnya telah bertebaran di seluruh wilayah Indonesia.[rujukan?] Beberapa alumnus pesantren juga telah berkiprah di pentas nasional, yang terkenal antara lain:

* Dr. Hidayat Nurwahid (mantan Ketua MPR RI),[rujukan?]
* KH. Hasyim Muzadi (Ketua PB Nahdlatul Ulama),[rujukan?]
* Prof. Nurkholish Madjid mantan (Rektor Universitas Paramadina),[rujukan?]
* Dr. Din Syamsuddin (Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).[rujukan?]
* KH. Abdurrahman Wahid, salah seorang kyai yang terkenal, adalah mantan Presiden Republik Indonesia.

[rujukan?] Ia adalah putra KH. Wahid Hasyim, seorang kyai yang juga tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia dan pernah dua kali menjabat Menteri Agama di Indonesia.[rujukan?] Sementara kakeknya adalah KH. Hasyim Asy’ari, seorang pahlawan nasional Indonesia dan pendiri Nahdlatul Ulama, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.[

*http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren

DVD Kumpulan Kitab-Kitab Kuning, Kitab Islam, Ribuan Kitab Hadits

Iklan

Jenis pesantren

Jenis pesantren
Pesantren yang hanya mengajarkan ilmu agama Islam saja umumnya disebut pesantren salafi.[rujukan?] Pola tradisional yang diterapkan dalam pesantren salafi adalah para santri bekerja untuk kyai mereka – bisa dengan mencangkul sawah, mengurusi empang (kolam ikan), dan lain sebagainya – dan sebagai balasannya mereka diajari ilmu agama oleh kyai mereka tersebut.[rujukan?]

Sebagian besar pesantren salafi menyediakan asrama sebagai tempat tinggal para santrinya dengan membebankan biaya yang rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali.[rujukan?] Para santri, pada umumnya menghabiskan hingga 20 jam waktu sehari dengan penuh dengan kegiatan, dimulai dari shalat shubuh di waktu pagi hingga mereka tidur kembali di waktu malam.[rujukan?] Pada waktu siang, para santri pergi ke sekolah umum untuk belajar ilmu formal, pada waktu sore mereka menghadiri pengajian dengan kyai atau ustadz mereka untuk memperdalam pelajaran agama dan al-Qur’an.[rujukan?]

Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, dimana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya).[rujukan?] Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri.[rujukan?] Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah.

[rujukan?] Pesantren campuran untuk tingkat SMP terkadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA dengan nama Madrasah Aliyah.[rujukan?] Namun, perbedaan pesantren dan madrasah terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak.[rujukan?]

Terdapat pula suatu pondok pesantren induk yang mempunyai cabang di daerah lain, dan biasanya dikelola oleh alumni pondok pesantren induk tersebut.[rujukan?] Sebagai contoh, Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor yang terletak di Ponorogo, Jawa Timur mempunyai cabang pondok alumi, antara lain:

* Pondok Modern Arrisalah di Slahung, yang dipimpin oleh KH Ma’sum Yusuf.[rujukan?]
* Pondok Modern Assalam Sukabumi di Sukabumi Jawa Barat yang dipimpin oleh K.Badrusyamsi, M.Pd.[rujukan?]

*http://id.wikipedia.org/wiki/Pesantren

DVD Kumpulan Kitab-Kitab Kuning, Kitab Islam, Ribuan Kitab Hadits

Ketika Cinta Itu Tumbuh Kembali

Ketika Cinta Itu Tumbuh Kembali

Cinta emang sulit dimengerti. Cinta seperti apakah diriku ini. Emang jika kita mengartikan cinta, sangat berbeda dengan lainnya. Berbeda saya mengartikan maknaa cinta, dengan apa yang anda artikan.

Cinta sangat abstrak. ia kadang ada, kadang hilang. Tapi sebenarnya ia selalu ada dalam tiap manusia. Anda, saya dan semua makhluk ciptaannya, pasti ada cinta.

Tapi kenapa cinta yang ada dalam hati diriku ini tidak ku tumbuhkan , tidak kutelurkan dengan penuh kasih sayang.

uhhhhhhh…… sudah yaa… nulis puisinya,.. hehee…. kayak puisi gak yaa..??? terserah yang mbaca tulisanku ini aja dehh…. gimana menilainya.

Menurut saya, cinta itu yaaa…. cinta. hehee…..

Sebenarnya memaknai cinta, bukan berarti kita mencintai pada seseorang saja. Cinta itu luas sekali maknanya.

=======
Saat ini saya mau curhat. Bagaimana kangennya diriku ini pada seseorang yang pernah aku cintai.

Wanita yang saya anggap sungguh mampu membuat aku jatuh cinta.

Sebut saja ia Hida.

Cukup sekian
Wassalam…..